Musim Mas
Language

Medan, 20 Agustus 2026 — Musim Mas, perusahaan kelapa sawit terintegrasi yang berbasis di Indonesia, menerima Mahayuga Award 2026 dari Garuda TV untuk kategori Pelopor Industri Hijau. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan yang dinilai mampu membangun daya saing untuk masa depan, tidak hanya melalui pencapaian produksi dan kinerja bisnis, tetapi juga melalui kontribusi serta warisan positif bagi lingkungan dan generasi mendatang.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat, didampingi Rektor Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, kepada Direktur Utama Musim Mas, Gunawan Siregar, dalam rangkaian acara Mahayuga yang diselenggarakan Garuda TV pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Bagi Musim Mas, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus pengingat bahwa membangun industri yang berkelanjutan merupakan sebuah perjalanan yang membutuhkan konsistensi, inovasi, dan kolaborasi.

“Kami menerima penghargaan ini dengan rasa Syukur. Bagi kami, penghargaan ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan dorongan untuk terus belajar, berinovasi, dan berkelanjutan, kami percaya bahwa pertumbuhan industri harus berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujar Gunawan Siregar, Direktur Utama Musim Mas.

Mendorong Industri yang Lebih Bertanggung Jawab

Musim Mas meyakini bahwa keberlanjutan perlu menjadi bagian dari bagaimana industri tumbuh dan menciptakan nilai dalam jangka panjang. Karena itu, perusahaan terus mengembangkan berbagai inisiatif yang mencakup produksi yang lebih berkelanjutan, pengurangan emisi, perlindungan lingkungan, serta pemberdayaan pekebun dan masyarakat.

Musim Mas merupakan perusahaan kelapa sawit pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), serta menjadi salah satu perusahaan di sektor sawit yang target emisinya telah divalidasi oleh Science Based Targets initiative (SBTi).

Dalam mendukung transisi menuju energi yang lebih rendah emisi, Musim Mas juga mengembangkan dan mengoperasikan jaringan fasilitas penangkapan metana (methane capture) dan biogas di berbagai wilayah operasionalnya. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memanfaatkan sumber daya secara lebih efisien sekaligus mengurangi emisi dari kegiatan operasional.

Di tingkat rantai pasok, Musim Mas juga terus memperkuat program pemberdayaan pekebun swadaya melalui pelatihan, peningkatan produktivitas, praktik pertanian berkelanjutan, serta penguatan keterlacakan rantai pasok. Upaya tersebut ditujukan untuk membantu pekebun meningkatkan produktivitas dan ketahanan usaha, sekaligus mendorong praktik perkebunan yang lebih bertanggung jawab.

Komitmen terhadap transparansi dan pengelolaan perubahan iklim tersebut turut mendapatkan pengakuan melalui pencapaian CDP A List selama tiga tahun berturut-turut.

Pengakuan yang Mendorong Perbaikan Berkelanjutan

Anugerah Mahayuga Garuda TV merupakan ajang penghargaan yang diberikan kepada individu, institusi, organisasi, maupun tokoh yang dinilai memberikan kontribusi nyata, inovasi, dan pengabdian bagi kemajuan bangsa serta pembangunan nasional.

Pada penyelenggaraan tahun ini, terdapat delapan kategori penghargaan, yaitu Satria Penggerak Sosial; Peduli Tata Kelola, Sosial, dan Lingkungan; Satria SDM Emas; Penggerak Transisi Energi; Pelopor Industri Hijau; Garda Ketahanan & Kedaulatan; Satria Penjaga Alam; serta Lifetime Achievement.

Proses penilaian melibatkan berbagai pihak, termasuk pemimpin redaksi, pakar komunikasi, dan rektor perguruan tinggi negeri.

Mengutip pernyataan salah satu panelis, Ahmad Gamal selaku Wakil Rektor Universitas Indonesia, penghargaan ini merupakan bentuk dukungan moral Garuda TV kepada para pelaku perubahan di bidang sosial dan lingkungan. Ia juga menilai seluruh kandidat yang mengikuti proses penilaian memiliki dedikasi panjang dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia.

Bagi Musim Mas, apresiasi tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan mencari cara baru untuk meningkatkan dampak positif dari kegiatan perusahaan.

“Kami menyadari masih banyak hal yang perlu kami lakukan dan perbaiki. Penghargaan ini justru menjadi pengingat agar kami tidak berhenti pada apa yang sudah dicapai, tetapi terus mencari cara untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, lingkungan, dan industri,” tutup Gunawan.

Musim Mas akan terus berupaya menjalankan kegiatan usaha secara bertanggung jawab, dengan menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari perjalanan jangka panjang perusahaan untuk membangun industri sawit yang lebih tangguh, inklusif, dan bertanggung jawab.

 

Tentang Musim Mas

Musim Mas Group adalah perusahaan kelapa sawit terintegrasi yang beroperasi di 14 negara. Kegiatan bisnisnya mencakup seluruh rantai pasok, mulai dari perkebunan, pabrik kelapa sawit, kilang, pabrik penghancur inti sawit, hingga pabrik oleokimia dan lemak khusus. Musim Mas memproduksi berbagai produk berbasis kelapa sawit dan turunannya yang bernilai tambah, dan juga merupakan salah satu produsen dan eksportir terbesar di Indonesia.

Musim Mas berkomitmen terhadap keberlanjutan dan menjadi perusahaan besar pertama di Indonesia yang bergabung dengan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) sejak tahun 2004. Musim Mas juga sejak awal mendukung pengurangan emisi dan menjadi penandatangan Agriculture Sector Roadmap to 1.5 Degrees yang digagas oleh Tropical Forest Alliance. Roadmap ini bertujuan menghentikan deforestasi yang terkait komoditas dengan tetap meningkatkan kesejahteraan pekebun swadaya, serta mendorong perubahan sektor menuju pengelolaan lahan yang ramah hutan. Pada Januari 2024, Musim Mas mengumumkan target untuk mencapai net zero pada tahun 2050, sejalan dengan sains iklim sesuai dengan inisiatif Science Based Targets (SBTi). Musim Mas juga mengelola program pekebun swadaya terbesar di Indonesia.

Mengusung slogan “One Ingredient, Thousand Opportunities”, bagi Musim Mas, sawit merupakan satu bahan yang membuka begitu banyak peluang. Lebih dari sekadar bahan baku penting, sawit turut meningkatkan kesejahteraan, mendukung program pemerintah, memberdayakan masyarakat, dan menjaga kelestarian lingkungan. Bagi kami, sawit adalah gerbang untuk menciptakan nilai yang bermakna dan berkelanjutan bagi manusia, masyarakat, serta bumi.

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Reza Rinaldi Mardja

Corporate Communications, Musim Mas Group

E. media@musimmas.com

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat, bersama dengan Rektor Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, memberikan piala Penghargaan Mahayuga kategori Pelopor Industri Hijau secara langsung kepada Direktur Utama Musim Mas, Gunawan Siregar.

Musim Mas Group menjadi perusahaan besar pertama di industri kelapa sawit yang berkomitmen memperluas proyek Methan Capture pada pabriknya. Saat ini, terdapat 17 pabrik pengolahan kelapa sawit Musim Mas telah dilengkapi fasilitas Methane Capture.

Medan, 10 Agustus 2026 – Masyarakat Kecamatan Percut Sei Tuan kini memiliki ruang publik baru yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat berolahraga, berkumpul bersama keluarga, hingga mengembangkan aktivitas ekonomi masyarakat. Fasilitas tersebut dihadirkan melalui kolaborasi Musim Mas dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui pembangunan Alun-Alun Kecamatan Percut Sei Tuan yang diresmikan pada Selasa (4/8).

Peresmian dihadiri oleh Bupati Deli Serdang dr. H. Asri Ludin Tambunan, Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, Ketua TP PKK Kabupaten Deli Serdang Ny. Jelita Asri Ludin Tambunan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Camat Percut Sei Tuan Muhammad Kennedy Tarigan, Kepala Desa Saentis, unsur pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa. Dari pihak Musim Mas, hadir Direktur Utama Gunawan Siregar didampingi Syafruddin Tarigan dan Johan Senjaya beserta jajaran manajemen perusahaan.

Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, mengapresiasi dukungan Musim Mas dalam menghadirkan ruang publik yang diharapkan menjadi pusat aktivitas sekaligus ikon baru Kecamatan Percut Sei Tuan.

“Terima kasih kepada Musim Mas yang telah mewujudkan Alun-Alun Kecamatan Percut Sei Tuan. Kehadiran alun-alun ini kami harapkan menjadi pusat aktivitas masyarakat, mulai dari tempat berolahraga, bersilaturahmi, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan budaya dan kemasyarakatan. Dengan fasilitas yang representatif serta adanya ruang bagi pelaku UMKM, kami berharap kawasan ini dapat menjadi ikon baru Kecamatan Percut Sei Tuan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.”

Direktur Utama Musim Mas, Gunawan Siregar, mengatakan bahwa pembangunan Alun-Alun Kecamatan Percut Sei Tuan merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Sebagai perusahaan yang telah lama beroperasi di Kabupaten Deli Serdang, kami percaya bahwa keberhasilan perusahaan harus berjalan seiring dengan kemajuan masyarakat. Melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, kami berharap alun-alun ini dapat menjadi ruang bersama yang memberikan manfaat jangka panjang serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat, produktif, dan inklusif bagi masyarakat.

Pembangunan Alun-Alun Kecamatan Percut Sei Tuan merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Musim Mas. Berlokasi di Desa Saentis, kawasan ini dipilih karena berada di sekitar wilayah operasional perusahaan sekaligus sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam mengembangkan Percut Sei Tuan sebagai salah satu kawasan strategis dan ikon baru daerah. Program ini juga mendukung visi Pemerintah Kabupaten Deli Serdang untuk mewujudkan “Deli Serdang Sehat”, melalui penyediaan ruang terbuka hijau yang mendorong kesehatan jasmani, rohani, dan lingkungan bagi masyarakat.

Direktur Utama Musim Mas menambahkan bahwa sejak awal pembangunan, perusahaan berkoordinasi secara intensif dengan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Pemerintah Kecamatan Percut Sei Tuan, dan Pemerintah Desa Saentis untuk memastikan fasilitas yang dibangun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Setelah rampung, alun-alun diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Deli Serdang agar dapat dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Alun-alun dirancang sebagai ruang publik multifungsi yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain area terbuka hijau, kawasan ini dilengkapi dengan sarana olahraga, arena bermain anak, balai pertemuan, ruang berkumpul, serta area bagi pelaku UMKM. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mendorong gaya hidup sehat, memperkuat interaksi sosial, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Pembangunan alun-alun diawali dengan peletakan batu pertama pada 16 Desember 2025 dan diselesaikan dalam waktu sekitar tujuh setengah bulan sebelum akhirnya diresmikan pada 4 Agustus 2026. Proses pembangunan dilaksanakan melalui koordinasi yang erat antara Musim Mas dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang agar selaras dengan kebutuhan masyarakat serta rencana pembangunan daerah.

Selain meresmikan Alun-Alun Kecamatan Percut Sei Tuan, pada kesempatan yang sama Musim Mas juga menyerahkan bantuan kepada 25 kaum dhuafa dan 25 anak yatim sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk terus berbagi dan mendukung kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Ke depan, Musim Mas berharap Alun-Alun Kecamatan Percut Sei Tuan dapat menjadi ruang bersama yang terus hidup melalui berbagai aktivitas masyarakat serta menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Tentang Musim Mas

Musim Mas Group adalah perusahaan kelapa sawit terintegrasi yang beroperasi di 14 negara. Kegiatan bisnisnya mencakup seluruh rantai pasok, mulai dari perkebunan, pabrik kelapa sawit, kilang, pabrik penghancur inti sawit, hingga pabrik oleokimia dan lemak khusus. Musim Mas memproduksi berbagai produk berbasis kelapa sawit dan turunannya yang bernilai tambah, dan juga merupakan salah satu produsen dan eksportir terbesar di Indonesia.

Musim Mas berkomitmen terhadap keberlanjutan dan menjadi perusahaan besar pertama di Indonesia yang bergabung dengan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) sejak tahun 2004. Musim Mas juga sejak awal mendukung pengurangan emisi dan menjadi penandatangan Agriculture Sector Roadmap to 1.5 Degrees yang digagas oleh Tropical Forest Alliance. Roadmap ini bertujuan menghentikan deforestasi yang terkait komoditas dengan tetap meningkatkan kesejahteraan pekebun swadaya, serta mendorong perubahan sektor menuju pengelolaan lahan yang ramah hutan. Pada Januari 2024, Musim Mas mengumumkan target untuk mencapai net zero pada tahun 2050, sejalan dengan sains iklim sesuai dengan inisiatif Science Based Targets (SBTi). Musim Mas juga mengelola program pekebun swadaya terbesar di Indonesia.

Mengusung slogan “One Ingredient, Thousand Opportunities”, bagi Musim Mas, sawit merupakan satu bahan yang membuka begitu banyak peluang. Lebih dari sekadar bahan baku penting, sawit turut meningkatkan kesejahteraan, mendukung program pemerintah, memberdayakan masyarakat, dan menjaga kelestarian lingkungan. Bagi kami, sawit adalah gerbang untuk menciptakan nilai yang bermakna dan berkelanjutan bagi manusia, masyarakat, serta bumi.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Reza Rinaldi Mardja

Corporate Communications, Musim Mas Group

E. media@musimmas.com

Musim Mas dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang berkolaborasi melalui pembangunan Alun-Alun Kecamatan Percut Sei Tuan yang diresmikan pada Selasa (4/8) yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat berolahraga, berkumpul bersama keluarga, hingga mengembangkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Peresmian dihadiri oleh Bupati Deli Serdang dr. H. Asri Ludin Tambunan, Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, Ketua TP PKK Kabupaten Deli Serdang Ny. Jelita Asri Ludin Tambunan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Camat Percut Sei Tuan Muhammad Kennedy Tarigan, Kepala Desa Saentis, unsur pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa. Dari pihak Musim Mas, hadir Direktur Utama Gunawan Siregar didampingi Syafruddin Tarigan dan Johan Senjaya beserta jajaran manajemen perusahaan.

Indonesia adalah salah satu produsen oleokimia berbasis sawit terbesar di dunia, dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 23,3 juta ton per tahun. 

 

Sebagian besar dari kapasitas itu mengalir ke satu industri yang sering luput dari perhatian: produk kebersihan rumah tangga. 

 

Dari sabun mandi hingga detergen pakaian, bahan aktif pembersih yang bekerja di balik busa dan daya angkat kotoran itu hampir selalu berbasis turunan minyak sawit.

 

Coba ambil satu produk dari kamar mandi Anda sekarang, misalnya sabun batang, sampo, atau kondisioner. Besar kemungkinan, salah satu bahan di label belakangnya adalah turunan palm oil. 

 

Hal ini bukan kebetulan, melainkan hasil puluhan tahun inovasi oleokimia berbasis sawit yang menjadikan minyak sawit sebagai salah satu bahan baku paling serbaguna di industri produk kebersihan dunia.

 

Palm oil atau minyak sawit adalah minyak nabati hasil ekstraksi buah kelapa sawit (Elaeis guineensis) yang menjadi bahan baku utama industri oleokimia untuk produk kebersihan rumah tangga. 

 

Melalui proses pemurnian dan transformasi kimia, minyak sawit dan palm kernel oil menghasilkan berbagai senyawa turunan yang menjadi landasan formulasi produk kebersihan modern.

 


 

Poin Utama Artikel

 


 

Apa Itu Oleokimia Alami dan Mengapa Palm Oil Jadi Bahan Baku Utamanya?

 

Oleokimia alami adalah cabang industri kimia yang memanfaatkan lemak dan minyak nabati sebagai bahan baku berbagai produk konsumen, mulai dari sabun dan detergen hingga kosmetik. 

 

Dibandingkan minyak nabati lain, palm oil menempati posisi sangat penting karena tersedia secara luas, harga yang kompetitif, dan komposisi asam lemak yang ideal untuk diolah menjadi berbagai turunan kimia.

 

Melalui proses pemurnian dan transformasi kimia, minyak sawit dan palm kernel oil menghasilkan berbagai senyawa turunan yang menjadi landasan formulasi produk kebersihan modern. 

 

Nama‑namanya mungkin terdengar teknis di label, seperti sodium palmitate, sodium laureth sulfate, atau gliserin, tetapi efeknya terasa setiap hari dalam bentuk busa, tekstur, kemampuan mengangkat kotoran, dan rasa lembut di kulit setelah pemakaian.

 

Berdasarkan data Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (APOLIN), kapasitas produksi industri oleokimia berbasis sawit di Indonesia mencapai sekitar 23,3 juta ton per tahun dan menjadikan Indonesia salah satu pemain terbesar di dunia untuk oleokimia berbasis CPO. 

 

Dari angka tersebut, sekitar 11,3 juta ton merupakan kapasitas oleokimia dasar seperti fatty acid dan fatty alcohol, sementara kapasitas FAME atau biodiesel mencapai sekitar 12 juta ton per tahun.

 

YouTube video

 

Kapasitas biodiesel ini kini semakin dimanfaatkan seiring berlakunya mandatori B50 yang dimulai sejak 1 Juli 2026.

 

Selain memasok kebutuhan dalam negeri, industri ini mengekspor jutaan ton produk turunan ke berbagai negara dengan nilai miliaran dolar Amerika Serikat setiap tahun.

 

Lima kelompok produk oleokimia utama yang dihasilkan Indonesia adalah fatty acid, fatty alcohol, methyl ester, gliserin, dan soap noodle.

 

Lima kelompok senyawa inilah yang kemudian diolah lebih lanjut menjadi ribuan formulasi produk kebersihan dan personal care di pasar global.

 

Keragaman produk turunan kelapa sawit inilah yang membuat Indonesia bukan sekadar eksportir CPO, melainkan pemasok bahan baku industri hilir yang menjangkau segmen konsumen di seluruh dunia. 

 


 

Turunan Oleokimia Sawit dan Fungsinya dalam Produk Kebersihan

 

Senyawa turunan sawit yang umum dijumpai di produk kebersihan antara lain:

 

SLS, SLES, MES, APG, fatty acid, dan fatty alcohol berbasis palm oil memberikan kombinasi daya bersih, pembentukan busa, dan kestabilan emulsi yang sulit dicapai jika hanya mengandalkan satu jenis bahan baku. 

 

Sedangkan Gliserin dan vitamin E dari sawit menambah fungsi kelembapan dan perlindungan kulit dalam banyak formulasi personal care.

 


 

Cara Kerja Surfaktan Berbasis Palm Oil dalam Produk Pembersih

 

Surfaktan adalah komponen utama di balik daya bersih produk rumah tangga. Surfaktan menurunkan tegangan permukaan air sehingga air dapat lebih mudah membasahi permukaan dan melarutkan lemak. 

 

Molekul surfaktan memiliki dua bagian, yaitu kepala yang menyukai air atau hidrofilik dan ekor yang menyukai minyak atau hidrofobik.

 

Ketika Anda mencuci tangan atau pakaian, ekor surfaktan akan menempel pada kotoran berbasis minyak dan lemak, sementara kepala surfaktan berinteraksi dengan air. 

 

Kotoran kemudian terjebak dalam struktur micelle, yaitu “gelembung” kecil yang tersusun dari molekul surfaktan, dan akan terangkat saat dibilas sehingga permukaan menjadi bersih.


Apa penggunaan utama minyak kelapa sawit dalam industri?

Penggunaan utama minyak kelapa sawit tersebar luas di berbagai sektor, didominasi oleh industri pangan (sebagai minyak goreng, margarin, dan bahan baku makanan olahan), produk konsumen (kosmetik dan sabun), serta energi terbarukan (bahan baku biodiesel).

 

Surfaktan berbasis sawit menawarkan beberapa keunggulan dibanding banyak surfaktan petrokimia. Profil asam lemaknya yang stabil menghasilkan kualitas surfaktan yang konsisten dan mudah dikontrol di produksi massal. 

 

Daya bersihnya tetap baik di berbagai kondisi air, termasuk air sadah yang umum di banyak wilayah. Busa yang dihasilkan melimpah dan stabil, khususnya dari kombinasi asam laurat dan asam palmitat dari palm kernel oil dan CPO.

 

Banyak turunan sawit seperti MES dan APG juga memiliki biodegradabilitas yang baik dan toksisitas akuatik yang relatif lebih rendah dibanding sejumlah surfaktan sintetis generasi lama. 

 

Sejumlah turunan seperti gliserin dan beberapa fatty alcohol berfungsi ganda sebagai emolien yang membantu menjaga kelembapan kulit setelah mencuci.

 


 

Tiga Kategori Produk Rumah Tangga yang Bergantung pada Palm Oil

 

Sabun mandi dan sabun batang

 

Sabun adalah produk tertua yang sangat bergantung pada palm oil dan palm kernel oil. Kombinasi asam palmitat dari CPO dan asam laurat dari palm kernel oil menghasilkan sabun yang padat, berbusa baik, dan efektif mengangkat kotoran. 

 

Secara global, porsi signifikan produksi oleokimia berbasis sawit dialokasikan untuk industri sabun batangan dan sabun cair.

 

Banyak merek multinasional menggunakan turunan palm oil dalam berbagai merek sabun mereka, dengan komitmen bertahap menuju palm oil bersertifikat berkelanjutan.

 

Sampo dan kondisioner

 

Sampo dan kondisioner modern hampir selalu memanfaatkan turunan oleokimia sawit dalam formulanya.

 

SLS dan SLES yang berasal dari fatty alcohol berbasis sawit berperan sebagai surfaktan utama yang menghasilkan busa saat keramas dan membantu mengangkat minyak di kulit kepala.

 

Untuk kondisioner, cetyl alcohol, stearyl alcohol, dan fatty alcohol lain dari sawit berfungsi sebagai emolien dan pengental yang melunakkan kutikula rambut, mengurangi frizz, dan memberikan efek licin saat disisir. 

 

Palm kernel oil yang dimurnikan juga sering digunakan sebagai conditioning agent dalam formulasi premium.

 

Detergen pakaian dan pembersih rumah tangga

 

Detergen pakaian dan pembersih piring mengandalkan campuran surfaktan kompleks, dan banyak di antaranya berbasis sawit. 

 

Methyl ester sulfonates atau MES yang diproduksi dari methyl ester minyak sawit menjadi salah satu surfaktan detergen yang menarik perhatian karena sangat biodegradable dan memiliki performa baik pada suhu rendah.

 

Dengan kapasitas oleokimia yang besar di dalam negeri, banyak merek detergen lokal di Indonesia memanfaatkan surfaktan berbasis sawit yang diproduksi domestik. 

 

Rantai pasok yang lebih pendek dan efisien membantu menurunkan jejak transportasi sekaligus memperkuat industri hilir sawit nasional. 

 

Musim Mas telah mengembangkan kapabilitas hilirisasi terintegrasi dari perkebunan hingga produk akhir, memasok oleokimia industri seperti fatty acid, fatty alcohol, dan surfaktan ke berbagai merek global. 

 

Selain itu, Musim Mas juga memproduksi produk konsumen seperti sabun cair dan batang, sampo, serta pembersih rumah tangga yang langsung menjangkau konsumen akhir. 

 

Kapabilitas ini menjadikan Indonesia bukan sekadar eksportir CPO, melainkan produsen bahan baku industri kebersihan yang diperhitungkan di pasar internasional.

 

Di balik kapasitas industri yang besar ini, terdapat jutaan petani kelapa sawit di tingkat hulu yang menjadi fondasi pasokan TBS bagi seluruh rantai nilai oleokimia nasional. 

 


 

Fakta Keamanan SLS dan Turunan Palm Oil untuk Keluarga

 

Pertanyaan soal keamanan bahan produk sangat wajar, terutama dengan maraknya klaim bebas SLS, paraben‑free, atau natural di label produk. 

 

Penilaian regulator seperti FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat dan SCCS (Scientific Committee on Consumer Safety) Uni Eropa menunjukkan bahwa SLS tidak bersifat karsinogenik dan dapat digunakan dengan aman pada konsentrasi yang diizinkan dalam kosmetik dan produk kebersihan.

 

Meski demikian, pada konsentrasi tinggi dan pemakaian berkepanjangan, SLS dapat menimbulkan iritasi pada kulit sensitif, terutama pada bayi dan penderita eksim. 

 

Untuk bayi dan kulit sangat sensitif, disarankan memilih produk yang diformulasikan lembut dengan label seperti tear free, hypoallergenic, atau dermatologist tested yang umumnya menggunakan kombinasi surfaktan lebih mild dan atau konsentrasi SLS lebih rendah, bahkan mengganti sebagian dengan surfaktan lain yang lebih lembut.

 

Gliserin berbasis sawit adalah humektan alami yang banyak digunakan di industri farmasi dan makanan dan secara umum dianggap aman serta hypoallergenic dalam penggunaan normal. 

 

Palm kernel oil mengandung asam laurat yang juga terdapat dalam lemak susu dan dikenal memiliki sifat antibakteri ringan serta kemampuan kondisioning yang baik, sehingga berguna dalam formulasi produk perawatan kulit dan rambut.

 


 

Palm Oil dan Alternatif Bahan Baku Pembersih

 

Tren konsumerisme sadar lingkungan mendorong sejumlah merek mempromosikan produk tanpa palm oil atau beralih ke minyak lain seperti coconut oil. Namun, pilihan ini tidak selalu otomatis lebih baik secara lingkungan. 

 

Dampaknya sangat bergantung pada produktivitas lahan, sistem budidaya, dan skala penggunaan masing‑masing komoditas.

 

Secara kasar, minyak sawit menghasilkan rata-rata sekitar 3,36 ton minyak per hektare per tahun. Coconut oil hanya sekitar 0,7 ton per hektare per tahun, sementara sunflower oil sekitar 0,5 ton dan kedelai sekitar 0,4 ton per hektare per tahun. 

 

Dengan produktivitas yang jauh lebih tinggi, kebutuhan lahan untuk memproduksi jumlah minyak yang sama menjadi jauh lebih kecil pada sawit dibanding minyak lain.

 

Kajian lembaga internasional dan analisis data industri menunjukkan bahwa mengganti palm oil sepenuhnya dengan minyak nabati lain justru berpotensi meningkatkan kebutuhan lahan global karena produktivitas sawit jauh lebih tinggi per hektare . 

 

Untuk menggantikan satu hektare produksi sawit, berbagai studi menunjukkan bahwa dapat dibutuhkan hingga sekitar 9 hektare tanaman penghasil minyak nabati lain, sehingga tekanan terhadap ekosistem bisa membesar jika transisi tidak dikelola dengan baik.

 

Karena itu, solusi yang semakin diadvokasi bukan sekadar menghindari palm oil, melainkan memastikan palm oil yang digunakan berasal dari rantai pasok yang berkelanjutan, tersertifikasi, dan mengikuti prinsip tidak membuka hutan, tidak menggarap gambut, dan tidak melakukan eksploitasi.

 

Prinsip ini secara langsung terhubung dengan upaya pelestarian keanekaragaman hayati, karena kawasan hutan yang terlindungi dari konversi lahan adalah rumah bagi ribuan spesies yang tidak dapat digantikan oleh lahan monokultur mana pun. 

 


 

Inovasi Oleokimia Alami: Green Surfactants dan Circular Economy

 

Alkyl polyglucoside atau APG adalah salah satu inovasi menarik dalam industri surfaktan. 

 

APG diproduksi dari kombinasi fatty alcohol berbasis sawit dengan glukosa sehingga menjadi surfaktan non‑ionik yang seluruhnya berasal dari bahan baku terbarukan, sangat biodegradable, dan dikenal lembut di kulit. 

 

Produk ini semakin populer di segmen pembersih premium dan produk bayi kelas atas.

 

Industri oleokimia sawit modern juga bergerak menuju model circular economy dan zero waste. Fatty acid dan fraksi lain yang tidak terpakai dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar biomassa, sementara gliserin diolah menjadi bahan baku farmasi dan kualitas pangan. 

 

Limbah cair pabrik kelapa sawit atau POME diolah menjadi biogas untuk menghasilkan energi. Upaya ini membantu menurunkan jejak karbon sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan setiap bagian dari tandan buah segar sawit.

 

Langkah-langkah ini sejalan dengan arah net zero commitment yang kini mulai diadopsi oleh sejumlah perusahaan sawit terkemuka, sebagai bukti bahwa efisiensi operasional dan tanggung jawab iklim dapat berjalan dalam satu strategi bisnis yang sama. 

 


 

Panduan Membaca Label Produk yang Mengandung Palm Oil

 

Sebagai konsumen, kemampuan membaca label produk sangat membantu untuk memahami peran palm oil dalam produk kebersihan yang Anda gunakan. 

 

Nama bahan yang umumnya terkait turunan sawit di label antara lain sodium palmitate, sodium palm kernelate, sodium lauryl sulfate, sodium laureth sulfate, gliserin, cetyl alcohol, stearyl alcohol, serta cocamidopropyl betaine yang sering berbasis coconut atau palm kernel oil.

 

Cari juga logo RSPO Certified pada kemasan atau klaim sustainable palm oil di situs resmi merek untuk melihat komitmen rantai pasok berkelanjutan mereka. 

 

Untuk produk bayi dan kulit sensitif, prioritaskan label mild, tear free, atau hypoallergenic yang biasanya menggunakan kombinasi surfaktan lebih lembut dan konsentrasi bahan aktif pembersih yang lebih terkontrol.

 


 

Mengapa Palm Oil Tetap Jadi Fondasi Produk Kebersihan Rumah Tangga

 

Minyak sawit dan turunannya bukan bahan tersembunyi yang perlu ditakuti dalam produk kebersihan rumah tangga. Sebaliknya, sawit merupakan fondasi ilmiah dan ekonomi yang menopang industri ini, dari sabun batang paling sederhana hingga kondisioner premium. 

 

Tantangan utamanya bukan pada pilihan memakai palm oil atau tidak, melainkan pada bagaimana memastikan palm oil yang digunakan benar‑benar diproduksi secara berkelanjutan, dapat ditelusuri asal‑usulnya, dan memberikan manfaat ekonomi bagi jutaan pelaku usaha dari hulu ke hilir.

 

Dengan memilih produk yang menggunakan palm oil tersertifikasi dan mendukung kebijakan tanpa deforestasi, tanpa gambut, dan tanpa eksploitasi, konsumen dapat ikut mendorong transformasi industri sawit ke arah yang lebih bertanggung jawab, tanpa mengorbankan performa produk kebersihan rumah tangga yang mereka gunakan setiap hari.

 

Dari sisi produsen, komitmen ini diwujudkan melalui program CSR Perusahaan yang menyentuh langsung komunitas di sekitar operasi, mulai dari pemberdayaan petani, pelatihan tenaga kerja lokal, hingga pengelolaan lingkungan yang terukur dan dapat diaudit. 

 


 

FAQ

 

1. Apa peran minyak sawit di balik produk kebersihan rumah tangga?

Minyak sawit menyuplai bahan aktif utama (seperti surfaktan dan pelembap) yang membuat sabun, sampo, dan detergen bisa membersihkan, berbusa, dan tetap lembut di kulit.

 

2. Apakah SLS dari palm oil aman?

Ya, SLS dari palm oil maupun sumber lain tidak bersifat karsinogenik dan aman pada kadar yang diizinkan. Untuk bayi dan kulit sangat sensitif, lebih baik pilih produk berlabel mild, hypoallergenic, atau tear free.

 

3. Mengapa palm oil lebih efisien daripada coconut oil sebagai bahan baku surfaktan?

Kelapa sawit menghasilkan rata-rata sekitar 3,36 ton minyak per hektare per tahun, sementara coconut oil hanya sekitar 0,7 ton per hektar. Profil asam lemak sawit juga sangat cocok untuk membuat berbagai surfaktan dan fatty alcohol.

 

4. Bagaimana cara memilih produk kebersihan dengan palm oil berkelanjutan?

Cek label untuk bahan turunan sawit seperti SLS, SLES, gliserin, sodium palmitate, atau cocamidopropyl betaine, lalu cari logo RSPO atau klaim sustainable palm oil. Pastikan juga merek memiliki komitmen tanpa deforestasi, tanpa gambut, dan tanpa eksploitasi.

 


 

Sumber

 

Indonesia telah menghasilkan sekitar 50 juta ton minyak sawit per tahun pada pertengahan dekade 2020‑an, menjadikannya produsen minyak sawit terbesar di dunia dengan pangsa sekitar 55–60% produksi minyak sawit global.

 

Pada saat yang sama, analisis pasar minyak nabati internasional dan pernyataan resmi Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa minyak sawit kini menyumbang kurang dari 40% dari total produksi minyak nabati dunia.

 

Di pasar internasional, produk sawit  Indonesia mencatatkan ekspor sekitar 32 juta ton dengan nilai devisa mendekati Rp600 triliun pada 2025, sementara di dalam negeri industri ini menopang penghidupan lebih dari 16 juta orang.

 

Angka-angka ini menempatkan palm oil bukan sekadar komoditas, melainkan pilar strategis dalam ketahanan pangan, energi, dan perekonomian nasional.

 

Palm oil atau minyak sawit adalah minyak nabati yang berasal dari buah kelapa sawit, khususnya dari bagian mesokarp (daging buah) dan inti biji (kernel). 

 

Proses produksinya dimulai dari pemanenan tandan buah segar, lalu perebusan, pemerasan, pemurnian, hingga menghasilkan crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO) yang kemudian diolah menjadi berbagai produk siap pakai.

 

Apakah sawit masuk ketahanan pangan?

Selain ketahanan pangan, industri sawit juga bagian penting dalam ketahanan energi.

 

Keunggulan palm oil terletak pada komposisi asam lemaknya yang seimbang, dengan kombinasi lemak jenuh dan tak jenuh yang membuatnya tahan terhadap pemanasan dan tidak mudah teroksidasi. 

 

Kandungan antioksidan alami seperti vitamin E (tocopherol dan tocotrienol) dan karotenoid memberi nilai tambah bagi stabilitas dan manfaatnya. Dari minyak goreng, margarin, shortening, bakery fat, hingga bahan baku kosmetik dan produk perawatan tubuh, palm oil hadir di hampir setiap segmen industri modern.

 


 

Poin Utama Artikel

 


 

5 Peran Palm Oil dalam Ketahanan Pangan Global

 

Palm oil memiliki kontribusi besar dalam menjaga stabilitas pangan dunia, baik dari sisi ketersediaan minyak nabati, akses, maupun keberlanjutan sistem pangan.

 

1. Sumber Minyak Nabati Utama di Pasar Global

 

Palm oil merupakan salah satu sumber minyak nabati terbesar di dunia dan menyumbang porsi signifikan dalam perdagangan minyak nabati global. Produksinya dapat memenuhi kebutuhan dalam skala besar karena pohon sawit berproduksi sepanjang tahun tanpa jeda musim yang panjang.

 

Banyak negara importir menjadikan palm oil sebagai salah satu sumber utama minyak nabati untuk menjaga ketersediaan bahan pangan, terutama di Asia Selatan, Afrika, dan Timur Tengah.

 

Di kawasan‑kawasan ini, minyak sawit banyak digunakan sebagai minyak goreng dan bahan baku industri makanan, sehingga gangguan pasokan sawit dapat langsung memengaruhi harga dan ketersediaan pangan.

 

Penerapan sertifikasi keberlanjutan seperti RSPO dan ISPO membantu memastikan bahwa pasokan global tersebut dihasilkan dengan standar lingkungan dan sosial yang terukur.

 

2. Stabilitas Harga yang Mendukung Akses Pangan

 

Efisiensi lahan dan produktivitas yang tinggi membuat biaya produksi palm oil relatif kompetitif dibandingkan sumber minyak lain. Hal ini berkontribusi pada harga minyak nabati yang lebih terjangkau dan stabil di pasar global.

 

Bagi negara berkembang yang sangat sensitif terhadap fluktuasi harga pangan, stabilitas harga minyak sawit membantu menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar, terutama untuk minyak goreng dan produk pangan utama lainnya.

 

3. Distribusi Global yang Luas dan Andal

 

Palm oil diperdagangkan secara global dengan infrastruktur logistik yang sudah sangat berkembang, mulai dari terminal curah, kapal tanker khusus, hingga jaringan penyimpanan di berbagai wilayah. Sifatnya yang stabil dan tahan simpan memudahkan distribusi dalam volume besar.

 

Dalam situasi gangguan pasokan di satu wilayah, misalnya akibat cuaca ekstrem atau konflik, palm oil dapat membantu menutup kekurangan minyak nabati lain dan mendukung ketahanan pangan global.

 

4. Kandungan Nutrisi yang Mendukung Gizi

 

Palm oil mengandung vitamin E dan provitamin A (beta karoten) yang berfungsi sebagai antioksidan. Dalam beberapa konteks, palm oil merah (red palm oil) bahkan digunakan untuk membantu mengatasi kekurangan vitamin A.

 

Dalam formulasi produk pangan, palm oil membantu menambah kalori dan stabilitas produk tanpa mengubah rasa secara signifikan. Hal ini relevan di wilayah yang menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber vitamin dan lemak sehat.

 

5. Efisiensi Lahan: Produksi Minyak Nabati Tertinggi per Hektar

 

Kelapa sawit menghasilkan minyak nabati paling tinggi per hektare dibandingkan tanaman minyak lainnya. Studi GAPKI dan PASPI menunjukkan produktivitas sawit sekitar 3,36 ton minyak per hektare per tahun, sementara kedelai, rapeseed, dan bunga matahari umumnya di bawah 1 ton per hektar.

 

Artinya, untuk menghasilkan volume minyak yang sama, kelapa sawit membutuhkan lahan jauh lebih sedikit dibanding tanaman penghasil minyak nabati lainnya. 

 

Efisiensi ini berkontribusi mengurangi tekanan pembukaan lahan baru jika produksi dilakukan di lahan yang sesuai dan dengan praktik berkelanjutan.

 


 

3 Peran Palm Oil sebagai Sumber Energi Terbarukan

 

Selain menjadi pilar ketahanan pangan, palm oil juga berperan penting dalam transisi energi menuju sumber yang lebih bersih dan terbarukan. Biofuel berbasis sawit menjadi salah satu instrumen kebijakan energi di berbagai negara, terutama Indonesia.

 

1. Mandat Biodiesel B40 dan Rencana B50 di Indonesia

 

Indonesia memanfaatkan palm oil sebagai bahan baku utama biodiesel (fatty acid methyl ester/FAME) yang dicampurkan ke BBM diesel (Solar). 

 

Program mandatori biodiesel ini bertujuan mengurangi impor BBM fosil, mendukung harga tandan buah segar (TBS) petani, dan menurunkan emisi.

 

Indonesia saat ini menjalankan penuh mandatori biodiesel B40, yaitu campuran 40% biodiesel sawit ke dalam BBM diesel, sebagai salah satu pilar bauran energi nasional.

 

Pemerintah telah menetapkan peningkatan ke B50 yang akan berlaku mulai 1 Juli 2026, menjadikan Indonesia salah satu negara dengan mandatori campuran biodiesel tertinggi di dunia.

 

Hingga 2025, konsumsi biodiesel berbasis sawit di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 14 juta kiloliter, meningkat sekitar 5% dibandingkan 2024, seiring alokasi kuota sekitar 15,6 juta kiloliter untuk program B40. 

 

Angka ini mencerminkan besarnya peran palm oil dalam kebijakan energi nasional dan ketahanan energi Indonesia.

 

2. Biofuel Berbasis Palm Oil sebagai Green Energy

 

Green energy merujuk pada energi dari sumber terbarukan dengan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah dibanding bahan bakar fosil. Dalam konteks palm oil, berbagai jenis biofuel dapat dihasilkan, yaitu:

 

Biodiesel sawit merupakan bagian dari green energy karena berasal dari sumber terbarukan dan dapat menurunkan emisi dibanding BBM diesel fosil apabila diproduksi dari pasokan yang berkelanjutan. 

 

YouTube video

 

Dengan rantai pasok yang stabil sepanjang tahun, palm oil menjadi feedstock yang menarik untuk pengembangan bioenergi skala besar.

 

3. Kontribusi Palm Oil terhadap Pengurangan Emisi Karbon

 

Dibandingkan diesel fosil murni, penggunaan biodiesel sawit yang diproduksi dengan praktik berkelanjutan dapat menurunkan emisi gas rumah kaca sepanjang siklus hidupnya. 

 

Tanaman sawit menyerap karbon dioksida selama masa pertumbuhan, dan jika lahan dikelola tanpa deforestasi serta tanpa pembakaran, net emisi sepanjang siklus hidup produksi dapat ditekan secara signifikan dibanding bahan bakar fosil.

 

Di tingkat nasional, perluasan mandat biodiesel dan pengembangan SAF dari palm oil menjadi bagian dari strategi Indonesia untuk menurunkan emisi sektor energi. 

 

Di sisi lain, pengelolaan lahan dan limbah pabrik, misalnya pemanfaatan metana dari limbah cair pabrik kelapa sawit (POME) menjadi faktor penting untuk memastikan klaim pengurangan emisi benar‑benar terwujud.

 


 

4 Dampak Ekonomi Palm Oil bagi Indonesia dan Dunia

 

Palm oil memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia, baik dari sisi lapangan kerja, devisa, maupun pengembangan industri hilir.

 

1. Menciptakan Lapangan Kerja dalam Skala Besar

 

Industri palm oil menyerap jutaan tenaga kerja di berbagai mata rantai: mulai dari pekebun, pekerja pabrik, transportasi, hingga industri turunan. 

 

Berbagai studi dan data pemerintah memperkirakan sekitar belasan juta orang bergantung pada sektor kelapa sawit, baik secara langsung maupun tidak langsung.

 

Peran ini sangat terasa di wilayah pedesaan, di mana perkebunan sawit sering menjadi salah satu motor ekonomi lokal dan sumber pendapatan utama rumah tangga.

 

Termasuk di dalamnya, pemberdayaan perempuan di komunitas sekitar perkebunan menjadi bagian penting dari dampak sosial industri ini, karena perempuan memegang peran aktif mulai dari pengelolaan keuangan keluarga hingga partisipasi dalam koperasi petani. 

 

2. Meningkatkan Devisa Negara secara Signifikan

 

Palm oil merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar Indonesia. Pada 2025, ekspor produk sawit Indonesia mencapai sekitar 32 juta ton dengan nilai devisa mendekati Rp600 triliun, didorong oleh pemulihan permintaan global dan penguatan harga. 

 

Angka tersebut menempatkan palm oil sebagai salah satu penopang utama neraca perdagangan dan penerimaan negara.

 

Berbagai lembaga, termasuk GAPKI, memproyeksikan produksi minyak sawit Indonesia (CPO dan PKO) pada 2026 akan tumbuh sekitar 4–5 persen dibandingkan 2025, dengan total produksi di kisaran 50 juta ton. 

 

Pertumbuhan ini terutama diharapkan berasal dari perbaikan produktivitas dan maturasi tanaman, bukan dari ekspansi lahan baru, sejalan dengan komitmen untuk meningkatkan hasil di lahan eksisting.

 

Pendapatan devisa dari palm oil mendukung perekonomian nasional dan APBN, baik secara langsung melalui pajak dan pungutan, maupun tidak langsung melalui penguatan neraca perdagangan.

 

3. Mendorong Industri Turunan Bernilai Tinggi

 

Palm oil tidak hanya diperdagangkan dalam bentuk bahan mentah. Hilirisasi sawit melahirkan berbagai industri bernilai tambah, seperti industri makanan olahan, oleokimia (sabun, deterjen, surfaktan), kosmetik, farmasi, hingga pelumas ramah lingkungan.

 

Ragam produk turunan kelapa sawit ini membuktikan bahwa nilai satu ton CPO bisa berlipat ganda jika diolah lebih jauh di dalam negeri, bukan sekadar diekspor mentah. 

 

Pengembangan produk turunan ini penting untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor crude palm oil dan meningkatkan nilai ekonomi setiap ton minyak sawit yang diproduksi.

 

4. Mendukung Petani Kelapa Sawit dan UMKM dalam Rantai Pasok

 

Rantai pasok palm oil melibatkan jutaan petani kecil kelapa sawit di berbagai tahap. Di sisi hulu, aktor utamanya adalah petani sawit swadaya dan petani plasma (smallholders), didukung oleh koperasi pekebun, penyedia jasa transportasi tandan buah segar (TBS), dan unit pengolahan skala menengah. 

 

Di sisi hilir, banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan produk turunan sawit sebagai bahan baku untuk usaha makanan, produk kebersihan rumah tangga, dan kosmetik lokal, menjadikan industri ini lebih inklusif dan menyebarkan manfaat ekonomi ke pelaku usaha skala kecil di seluruh Indonesia. 

 

Program kemitraan dan pelatihan yang dijalankan Musim Mas Group, bertujuan membantu petani kecil meningkatkan produktivitas, kualitas panen, dan praktik budidaya berkelanjutan. 

 

Komitmen semacam ini mencerminkan bentuk CSR Perusahaan yang terstruktur, bukan sekadar kegiatan filantropi, melainkan program jangka panjang yang terintegrasi langsung ke dalam model bisnis. 

 


 

Tantangan dan Isu Keberlanjutan Palm Oil

 

Industri palm oil menghadapi sejumlah isu keberlanjutan yang harus ditangani secara sistematis agar manfaat ekonominya tidak mengorbankan lingkungan dan masyarakat.

 

Isu Penjelasan Dampak Upaya Penanganan
Deforestasi Pembukaan lahan di area hutan atau lahan bernilai konservasi tinggi. Kehilangan habitat satwa, penurunan keanekaragaman hayati. Kebijakan tanpa deforestasi (NDPE), perlindungan HCV/HCS, pemantauan berbasis satelit, moratorium.
Emisi Karbon Emisi dari pembukaan lahan gambut dan proses produksi. Kontribusi pada pemanasan global dan perubahan iklim. Larangan pembukaan lahan gambut baru, pengelolaan lahan tanpa bakar, pemanfaatan metana dari POME.
Konflik Sosial Sengketa lahan dan hak atas tanah dengan masyarakat lokal. Ketegangan sosial, risiko reputasi, potensi gangguan operasi. FPIC (Free, Prior and Informed Consent), dialog komunitas, penyelesaian sengketa yang transparan.
Transparansi Rantai Pasok Rantai pasok panjang dan kompleks sehingga sulit dilacak hingga ke kebun. Risiko praktik ilegal dan penurunan kepercayaan pasar global. Sistem traceability hingga ke kebun, digitalisasi data, audit berkala oleh pihak independen.
Praktik Pertanian Masih adanya praktik budidaya tradisional dengan produktivitas rendah. Tekanan ekspansi lahan, pendapatan pekebun yang tidak optimal. Pelatihan GAP (Good Agricultural Practices), penggunaan bibit unggul, dukungan akses pembiayaan.

 

Mulai 27 September 2026, Uni Eropa juga memperketat aturan terkait klaim keberlanjutan melalui Consumer Empowerment Directive (EmpCo). 

 

Aturan ini membatasi penggunaan istilah umum seperti “sustainable” atau “ramah lingkungan” tanpa bukti yang spesifik, terukur, dan terverifikasi, serta mewajibkan label keberlanjutan yang beredar di pasar Eropa untuk melalui proses verifikasi pihak ketiga dengan standar transparansi yang ketat.

 


 

Inovasi dan Masa Depan Palm Oil yang Lebih Berkelanjutan

 

1. Digitalisasi Perkebunan untuk Efisiensi dan Transparansi

 

Penerapan teknologi seperti sensor, drone, citra satelit, dan sistem manajemen berbasis data membantu memantau kondisi tanaman, produktivitas, dan risiko secara real time. Data ini memudahkan pelacakan asal produk hingga tingkat kebun, yang semakin menjadi tuntutan pasar global.

 

2. Pengembangan Produk Palm Oil Bernilai Tinggi

 

Industri terus mendorong hilirisasi dengan mengembangkan produk bernilai tambah, termasuk oleokimia lanjutan, surfaktan hijau, hingga bahan baku bioplastik. Fokus ini mengurangi ketergantungan pada ekspor CPO dan memperbesar nilai ekonomi per unit produksi.

 

3. Pertanian Berkelanjutan sebagai Standar Industri

 

Pendekatan pertanian regeneratif dan praktik berkelanjutan, seperti penggunaan bibit unggul, pengelolaan air, pemupukan presisi, dan konservasi area bernilai tinggi, semakin didorong sebagai standar industri. 

 

Perusahaan yang sungguh-sungguh menerapkan prinsip ini pada akhirnya membangun reputasi sebagai perusahaan ramah lingkungan yang diakui pasar, bukan hanya label yang tertera di kemasan. 

 

Sertifikasi seperti RSPO dan ISPO berperan sebagai alat verifikasi bahwa praktik tersebut benar‑benar diterapkan.

 


 

Komitmen Musim Mas Group dalam Industri Palm Oil

 

Musim Mas Group berperan penting dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan industri palm oil. 

 

Sebagai perusahaan Indonesia pertama yang bergabung dengan RSPO pada 2004 dan pertama yang mencapai sertifikasi RSPO 100% pada 2012, Musim Mas telah membuktikan bahwa standar keberlanjutan tertinggi adalah keunggulan kompetitif, bukan hambatan operasional.

 

Rantai pasok dikelola secara terintegrasi dari hulu (perkebunan dan pabrik kelapa sawit) hingga hilir (pabrik pengolahan, refinery, dan produk akhir), dengan sistem pelacakan untuk memastikan transparansi asal bahan baku.

 

Perusahaan pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi ISPO pada 2013 dan verifikasi POIG pada 2019 ini juga menerapkan kebijakan NDPE (No Deforestation, No Peat, No Exploitation) sejak 2015. 

 

Pada Januari 2024, Musim Mas mengumumkan net zero commitment emisi pada 2050, yang divalidasi oleh Science Based Targets initiative (SBTi) pada Oktober 2024, serta menjadi penandatangan Agriculture Sector Roadmap to 1.5°C melalui Tropical Forest Alliance.

 

Program kemitraan dengan petani sawit swadaya mencakup pelatihan teknik budidaya yang baik, pendampingan sertifikasi, dan dukungan akses pasar internasional. 

 

Hingga kini, Program Pemberdayaan Pekebun Swadaya Musim Mas telah memberikan pelatihan lebih dari 46.000 petani, untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas panen sekaligus menjaga praktik yang bertanggung jawab di seluruh rantai pasok.

 


 

FAQ

 

1. Apa peran palm oil dalam ketahanan pangan dan energi dunia?

Palm oil menjadi sumber minyak nabati utama yang membantu menjaga pasokan dan stabilitas harga pangan global, sekaligus bahan baku penting biodiesel B40 dan rencana B50 yang mendukung ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

 

2. Mengapa palm oil lebih efisien dibanding minyak nabati lain?

Karena kelapa sawit menghasilkan rata‑rata sekitar 3,36 ton minyak per hektare per tahun, atau sekitar 4–7 kali lebih tinggi daripada kedelai, rapeseed, dan bunga matahari, sehingga kebutuhan lahannya jauh lebih kecil.

 

3. Apakah palm oil ramah lingkungan?

Palm oil bisa lebih ramah lingkungan jika diproduksi dengan prinsip keberlanjutan, seperti tanpa deforestasi, tanpa pembakaran lahan, pengelolaan limbah yang baik, dan perlindungan hak masyarakat dan pekerja, yang diverifikasi melalui sertifikasi RSPO dan ISPO.

 


 

Sumber

 

 

Medan, 3 Juni 2026 —Musim Mas bersama IPB University meresmikan Kantin Rimbawan di Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, setelah melalui proses renovasi yang mengedepankan kenyamanan, keberlanjutan, dan fungsi sebagai ruang kebersamaan bagi sivitas akademika. Aksi ini merupakan bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Musim Mas dalam mendukung peningkatan kualitas lingkungan belajar di perguruan tinggi.

Kantin Rimbawan yang telah berdiri lebih dari 30 tahun kini hadir kembali dengan wajah baru yang lebih representatif, modern, dan inklusif. Kehadirannya tidak hanya menjawab kebutuhan fasilitas makan yang lebih nyaman, tetapi juga menciptakan ruang publik yang mendorong interaksi, pertukaran ide, dan kebersamaan di lingkungan kampus.

Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof. Dr. Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, M.Sc.F.Trop, IPU, menyampaikan bahwa keberadaan kantin yang representatif sangat penting bagi aktivitas akademik maupun sosial di kampus.

“Selama ini kami belum memiliki kantin yang benar-benar representatif. Ketika ada tamu atau mahasiswa asing, kami bahkan harus mengajak mereka keluar kampus. Kantin ini menjadi etalase IPB University, menunjukkan upaya kami dalam menghadirkan fasilitas yang semakin baik dan membanggakan bagi seluruh sivitas.” ujarnya.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, renovasi Kantin Rimbawan juga diharapkan mampu membentuk kebiasaan baru yang lebih baik di kalangan mahasiswa dan pelaku usaha.

“Ini bukan hanya tentang Pembangunan infrastruktur, tetapi juga transformasi perilaku dan capacity building. Kami ingin mendorong kebiasaan baru, seperti kesadaran untuk membereskan sisa makanan sendiri, serta meningkatkan kualitas pengelolaan usaha UMKM,” tambahnya.

Saat ini, Kantin Rimbawan telah mengelola 16 pelaku UMKM, yang terdiri dari alumni dan masyarakat sekitar kampus. Kehadiran mereka memperkuat peran kantin sebagai ruang ekonomi inklusif yang memberikan manfaat nyata bagi komunitas lokal.

Dari sisi perusahaan, Direktur Utama PT Musim Mas, Ir. Gunawan Siregar, berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan lebih dari sekadar tempat makan.

“Kami berharap Kantin Rimbawan ini menjadi ruang yang hidup, bukan hanya untuk makan, tetapi juga untuk berdiskusi dan melahirkan ide-ide besar dari percakapan sederhana. Kami juga berharap fasilitas ini dapat dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi berikutnya,” ungkapnya.

Kantin ini dirancang dengan konsep berkelanjutan, melalui penggunaan material yang tahan lama dan minim perawatan (low maintenance). Pendekatan ini sengaja diterapkan agar pengelolaan fasilitas ke depan tidak menjadi beban perawatan yang berat bagi pihak kampus. Desainnya juga mengoptimalkan sirkulasi udara alami menggunakan turbin ventilator berbasis tenaga angin, memperbanyak bukaan, serta memanfaatkan pencahayaan alami melalui atap transparan, sehingga lebih efisien dalam penggunaan energi. Selain itu, fasilitas ini dilengkapi dengan musala , serta dua unit toilet untuk menunjang kenyamanan pengguna.

Bagi mahasiswa, kehadiran Kantin Rimbawan membawa dampak yang nyata dalam aktivitas sehari-hari. Syahrul, mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB University, mengungkapkan antusiasmenya, “Saya senang sekali sekarang kantin Rimbawan jauh lebih bagus, modern, dan nyaman. Selain untuk makan siang, kami juga dapat berkumpul, diskusi, dan berinteraksi setelah kelas. Semoga ke depannya semakin ramai dan memberi manfaat bagi semua,” ujarnya.

Aksi ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi jangka panjang antara Musim Mas dan IPB University yang telah berjalan lebih dari 15 tahun. Kerja sama ini tidak hanya mencakup pembangunan infrastruktur pendidikan, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia, di mana banyak lulusan IPB yang kini berkontribusi di Musim Mas.

Kolaborasi ini mencerminkan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam menciptakan ekosistem yang saling mendukung.

“Kehadiran Musim Mas menunjukkan bahwa kerja sama antara universitas dan dunia usaha dapat memberikan manfaat nyata, tidak hanya dalam meningkatkan fasilitas pendidikan, tetapi juga dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan industri” jelas Gunawan Siregar.

Melalui peresmian Kantin Rimbawan, diharapkan tercipta ruang yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memperkuat komunitas kampus, mendorong interaksi yang bermakna, serta menjadi bagian dari perjalanan bersama menuju lingkungan pendidikan yang lebih baik dan berkelanjutan.

 

Tentang Musim Mas

Musim Mas Group adalah perusahaan kelapa sawit terintegrasi yang beroperasi di 14 negara. Kegiatan bisnisnya mencakup seluruh rantai pasok, mulai dari perkebunan, pabrik kelapa sawit, kilang, pabrik penghancur inti sawit, hingga pabrik oleokimia dan lemak khusus. Musim Mas memproduksi berbagai produk berbasis kelapa sawit dan turunannya yang bernilai tambah, dan juga merupakan salah satu produsen dan eksportir terbesar di Indonesia.

Musim Mas berkomitmen terhadap keberlanjutan dan menjadi perusahaan besar pertama di Indonesia yang bergabung dengan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) sejak tahun 2004. Musim Mas juga sejak awal mendukung pengurangan emisi dan menjadi penandatangan Agriculture Sector Roadmap to 1.5 Degrees yang digagas oleh Tropical Forest Alliance. Roadmap ini bertujuan menghentikan deforestasi yang terkait komoditas dengan tetap meningkatkan kesejahteraan pekebun swadaya, serta mendorong perubahan sektor menuju pengelolaan lahan yang ramah hutan. Pada Januari 2024, Musim Mas mengumumkan target untuk mencapai net zero pada tahun 2050, sejalan dengan sains iklim sesuai dengan inisiatif Science Based Targets (SBTi). Musim Mas juga mengelola program pekebun swadaya terbesar di Indonesia.

Mengusung slogan “One Ingredient, Thousand Opportunities”, bagi Musim Mas, sawit merupakan satu bahan yang membuka begitu banyak peluang. Lebih dari sekadar bahan baku penting, sawit turut meningkatkan kesejahteraan, mendukung program pemerintah, memberdayakan masyarakat, dan menjaga kelestarian lingkungan. Bagi kami, sawit adalah gerbang untuk menciptakan nilai yang bermakna dan berkelanjutan bagi manusia, masyarakat, serta bumi.

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Reza Rinaldi Mardja

Corporate Communications, Musim Mas Group

E. media@musimmas.com

 

Kantin Rimbawan diresmikan secara langsung oleh Gunawan Siregar selaku Direktur Utama PT Musim Mas (kiri), Dr. Alim Setiawan Slamet, STP, M.Si. selaku Rektor IPB University (tengah), dan Prof. Dr. Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, M.Sc.F.Trop, IPU selaku Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University. Fasilitas ini akan difungsikan sebagai ruang kebersamaan bagi sivitas akademika.

Kantin rimbawan sebelum dan sesudah renovasi. Wajah baru kantin yang dibuat lebih modern, representatif, dan inklusif, hadir bukan hanya sebagai fasilitas makan, tetapi juga ruang publik untuk berinteraksi dan berbagi ide. Dirancang dengan konsep yang berkelanjutan dan minim perawatan (low maintenance).

Medan, 28 Mei 2026 – Musim Mas Group kembali menyalurkan bantuan hewan kurban kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Program yang telah dilaksanakan secara berkelanjutan sejak tahun 2022 ini menjadi wujud komitmen perusahaan untuk hadir di tengah Masyarakat untuk mempererat hubungan yang harmonis.

Pada tahun ini, Musim Mas Group merayakan hari Raya dengan menyalurkan total 154 ekor sapi dan 69 ekor kambing melalui berbagai unit operasional perusahaan di sejumlah wilayah di Indonesia. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat, pengurus masjid, tokoh masyarakat, serta penerima manfaat agar distribusi dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran.

Corporate Affairs General Manager Musim Mas Group, Yuandy, menyampaikan “Iduladha bukan hanya tentang berbagi, tetapi juga tentang mempererat hubungan antarsesama. Melalui kegiatan sosial ini, Musim Mas ingin mewujudkan komitmennya sebagai perusahaan yang bukan hanya hadir sebagai pelaku usaha, tetapi menjadi bagian dari masyarakat. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat membawa manfaat dan kebahagiaan bagi warga pada momen Hari Raya Iduladha,” ujarnya.

Selain menjadi bentuk kepedulian sosial perusahaan, program kurban ini juga diharapkan dapat memperkuat silaturahmi dan kebersamaan antara perusahaan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Salah satu tokoh masyarakat, Saharuddin atau yang akrab disapa Pak Udin, selaku imam masjid di Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi perusahaan dalam menjalankan kegiatan sosial pada momentum Iduladha.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian Musim Mas terhadap masyarakat sekitar, khususnya melalui kegiatan bantuan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha. Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya hadir sebagai bagian dari lingkungan sekitar, tetapi juga ikut berbagi kebahagiaan dan mempererat hubungan dengan masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan bantuan Iduladha yang rutin dilaksanakan setiap tahun memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

“Kami sangat merasakan manfaatnya, terutama dalam membantu pelaksanaan ibadah kurban dan berbagi kepada warga yang membutuhkan. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat dan menambah hangat suasana Iduladha. Semoga kebersamaan dan kepedulian seperti ini terus terjalin dengan baik di tengah Masyarakat” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, salah seorang warga Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Bapak Idris Tobing, turut menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan perusahaan.

“Alhamdulillah, kami merasa sangat terbantu dan senang dengan adanya bantuan hewan kurban dari Musim Mas. Daging kurban ini sangat berarti bagi kami, apalagi di momen Iduladha seperti sekarang. Semoga kebaikan dan kepedulian seperti ini terus membawa manfaat dan mempererat kebersamaan dengan masyarakat

Melalui berbagai program sosial yang dijalankan secara berkelanjutan, Musim Mas Group terus berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

 

Tentang Musim Mas

Musim Mas Group adalah perusahaan kelapa sawit terintegrasi yang beroperasi di 14 negara. Kegiatan bisnisnya mencakup seluruh rantai pasok, mulai dari perkebunan, pabrik kelapa sawit, kilang, pabrik penghancur inti sawit, hingga pabrik oleokimia dan lemak khusus. Musim Mas memproduksi berbagai produk berbasis kelapa sawit dan turunannya yang bernilai tambah, dan juga merupakan salah satu produsen dan eksportir terbesar di Indonesia.

Musim Mas berkomitmen terhadap keberlanjutan dan menjadi perusahaan besar pertama di Indonesia yang bergabung dengan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) sejak tahun 2004. Musim Mas juga sejak awal mendukung pengurangan emisi dan menjadi penandatangan Agriculture Sector Roadmap to 1.5 Degrees yang digagas oleh Tropical Forest Alliance. Roadmap ini bertujuan menghentikan deforestasi yang terkait komoditas dengan tetap meningkatkan kesejahteraan pekebun swadaya, serta mendorong perubahan sektor menuju pengelolaan lahan yang ramah hutan. Pada Januari 2024, Musim Mas mengumumkan target untuk mencapai net zero pada tahun 2050, sejalan dengan sains iklim sesuai dengan inisiatif Science Based Targets (SBTi). Musim Mas juga mengelola program pekebun swadaya terbesar di Indonesia.

Mengusung slogan “One Ingredient, Thousand Opportunities”, bagi Musim Mas, sawit merupakan satu bahan yang membuka begitu banyak peluang. Lebih dari sekadar bahan baku penting, sawit turut meningkatkan kesejahteraan, mendukung program pemerintah, memberdayakan masyarakat, dan menjaga kelestarian lingkungan. Bagi kami, sawit adalah gerbang untuk menciptakan nilai yang bermakna dan berkelanjutan bagi manusia, masyarakat, serta bumi.

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Reza Rinaldi Mardja

Corporate Communications, Musim Mas Group

E. media@musimmas.com

Musim Mas Group kembali menyalurkan bantuan hewan kurban kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah (26/5).

Pada tahun ini, Musim Mas Group merayakan hari Raya dengan menyalurkan total 154 ekor sapi dan 69 ekor kambing melalui berbagai unit operasional perusahaan di sejumlah wilayah di Indonesia (26/5).

Musim Mas, melalui anak perusahaannya, ICOF, adalah pemasok minyak dan lemak terkemuka di industri pakan ruminansia dan monogastrik. Rangkaian produk pakan ternak MaxiFat® memenuhi kebutuhan pakan susu, daging sapi, unggas, dan babi.

Apa itu Heat Stress pada Sapi

Seperti kebanyakan mamalia lainnya, heat stress pada sapi, termasuk sapi perah dan sapi potong, terjadi ketika mereka menghasilkan lebih banyak energi panas daripada yang bisa dikeluarkan melalui pernapasan dan keringat. Suhu yang tinggi, panas matahari, dan kelembapan merupakan faktor utama penyebab heat stress pada sapi.

Mengapa Heat Stress Menjadi Masalah bagi Sapi?

Stres akibat panas (heat stress) dapat mengakibatkan suhu tubuh lebih tinggi dan berdampak signifikan terhadap kesehatan dan produktivitas ternak, termasuk:

Tanda-tanda Heat Stress pada Sapi

Penting untuk diingat bahwa suhu inti sapi mencapai puncaknya sekitar dua jam setelah suhu lingkungan puncak pada hari itu. Diperlukan waktu setidaknya enam jam untuk menghilangkan panasnya. Beberapa tanda utama heat stress yang harus diwaspadai adalah:

Mencegah Heat Stress

Pada sapi perah, tekanan panas dapat mengurangi asupan pakan dan mempengaruhi fungsi rumen, berdampak negatif terhadap produksi susu dan seringkali menyebabkan penurunan lemak susu. Mengoptimalkan fungsi rumen sangat penting untuk membantu mempertahankan konsentrasi lemak susu.

Karbohidrat yang dapat difermentasi, seperti gula, serat, dan pati, memanas saat dipecah dalam rumen. Oleh karena itu, mereka tidak ideal untuk kondisi heat stress karena sapi akan memiliki asupan pakan yang lebih sedikit dan lebih banyak berdiri untuk mencoba mendinginkan dan mengeluarkan energi. Keadaan ini dapat mengurangi waktu ruminasi dan meningkatkan resiko terjadinya asidosis, sehingga selanjutnya mengurangi pemanfaatan dan asupan pakan. Cara mencegah heat stress pada sapi:

Bagaimana Mengonsumsi Protected Fats Dapat Membantu Mengatasi Heat Stress pada Sapi

Memberi makan bypass fats atau protected fats dapat meningkatkan kepadatan energi dalam ransum – Tanpa memakan terlalu banyak ruang, membantu laju reproduksi dan meningkatkan produksi susu dan komponennya.

Untuk mengurangi efek panas akibat fermentasi dalam rumen, peningkatan kandungan lemak dalam pakan dapat menjaga energi. Berbeda dengan karbohidrat, lemak merupakan ‘bahan dingin’ karena melewati rumen dan diserap ke dalam aliran darah.

Di ICOF, kami menawarkan rangkaian bypass fats rumen, yang kaya akan C16, yang terbukti efektif dalam membantu menjaga tingkat energi tanpa membebani fungsi rumen secara berlebihan. Semua diproduksi di fasilitas manufaktur kami.

MaxiFat®: C16 kami yang tinggi sangat efektif dalam menstimulasi dan meningkatkan produksi lemak susu dalam kondisi tekanan panas, membantu menghindari penurunan lemak yang tidak dapat dihindari. MaxiFat® menyediakan lemak yang tepat untuk ternak yang sehat dan produktif. Selalu disarankan untuk berbicara dengan ahli gizi Anda sebelum melakukan perubahan apa pun, untuk memastikan Anda memenuhi profil asam lemak yang diinginkan untuk mencapai target Anda.

Untuk informasi lebih lanjut dan meninjau seluruh penawaran kami, silakan kunjungi situs khusus MaxiFat®.

Cerita Pekebun Swadaya Binaan Musim Mas

Di balik hamparan kebun kelapa sawit di Desa Bangko Balam, Rokan Hilir, Riau, ada kisah tentang keteguhan, keberanian, dan proses belajar yang tidak pernah berhenti. Kisah itu datang dari Roslina Br. Tampubolon (48 tahun), yang akrab disapa Ibu Ros, seorang pekebun perempuan yang membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari diri sendiri, lalu meluas ke keluarga dan komunitas.

Ibu Ros telah berkebun sejak 2008. Lahir dari keluarga petani, ia melanjutkan pengelolaan kebun milik keluarga suaminya. Namun, perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Pada tahun 2017, ketika suami dan anaknya sakit, Ibu Ros harus mengambil peran sebagai tulang punggung keluarga. Di tengah situasi itu, ia tetap mengurus kebun dan memastikan kebutuhan keluarga terpenuhi.

Sosok Roslina Br. Tampubolon, salah satu pekebun Perempuan yang dibina oleh Musim Mas. Kisahnya membuktikan baha ketika akses terhadap pengetahuan, peluang, dan dukungan terbuka bagi perempuan, mereka tidak hanya mampu mengembangkan potensi diri, tetapi juga berperan aktif dalam memperkuat ekonomi keluarga, mengambil keputusan yang lebih percaya diri, serta mendorong kemajuan di komunitasnya.

Perjalanan Ibu Ros Belajar Mengelola Kebun Secara Berkelanjutan

Ketika pertama kali mengelola kebun sawit keluarga, Ibu Ros mengandalkan pengalaman sebelumnya dalam mengurus sawah dan tanaman palawija keluarganya. Ia percaya bahwa tanaman yang subur ditandai dengan daun yang hijau, dan cara terbaik mencapainya adalah dengan memberikan pupuk sebanyak mungkin. Namun, hasil yang didapat tidak sesuai harapan. Dari 8 hektar kebun yang dikelolanya, hasil kebun yang didapat  hanya sekitar 375 Kg/hektar/bulan, sebuah angka yang jauh dari optimal.

Ia mulai menyadari bahwa ada hal yang perlu diperbaiki, meskipun belum sepenuhnya memahami apa yang harus diubah.

Perubahan mulai terlihat ketika pada tahun 2019, Ibu Ros diperkenalkan pada Program Pemberdayaan Pekebun Swadaya Musim Mas. Awalnya, ia merasa ragu, terutama ketika diminta menunjukkan legalitas lahan sebagai salah satu syarat. Namun, di balik keraguan itu, ada rasa ingin tahu yang terus tumbuh.

Ibu Ros kemudian mencari tahu lebih jauh, dengan mengamati, bertanya, dan melihat langsung bagaimana program tersebut berjalan. Setelah dua bulan lamanya mencari tahu, dan mendapati Penatua atau orang yang dituakan di kampungnya mengikuti program tersebut, Ibu Ros akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Program Pemberdayaan Pekebun Swadaya Musim Mas, di bawah Asosiasi Pekebun Swadaya Kelapa Sawit Negeri Seribu Kubah (APSKS-NSK) yang diketuai oleh Bapak Kateni.

Melalui pelatihan praktik perkebunan yang baik dalam program tersebut, Ibu Ros mulai memahami bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh seberapa banyak input yang diberikan, tetapi seberapa tepat cara pengelolaannya. Ia belajar tentang dosis pupuk yang sesuai, teknik pemupukan di piringan yang bersih dari gulma, serta pentingnya perawatan kebun secara konsisten.

Perubahan praktik perkebunan ini membawa dampak nyata. Produksi kebunnya meningkat signifikan.

“Dulu kebun saya tidak stabil dan sering mengalami trek (penurunan produksi buah). Setelah saya menerapkan cara berkebun yang baik, hasil kebun saya selalu stabil dan meningkat hingga 5 kali lipat dari sebelumnya. Peningkatan hasil kebun ini tentu menambah penghasilan keluarga saya” ujarnya

Dengan menerapkan praktik perkebunan yang baik,Ibu Ros berhasil meningkatkan hasil kebun secara signifikan, membuktikan bahwa pengetahuan dan ketekunan mampu membawa perubahan nyata.

Ruang Baru bagi Ibu Ros untuk Bertumbuh

Seiring dengan seringnya menghadiri berbagai pertemuan pekebun yang diselenggarakan oleh Program Pemberdayaan Pekebun Swadaya Musim Mas, Ibu Ros mulai menyukai kegiatan berorganisasi karena merasa banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman baru. Ibu Ros mulai membuka diri terhadap peran yang lebih luas. Transisi inilah yang kemudian membawanya ke tahap berikutnya.

Konsisten mengikuti seluruh kegiatan Asosiasi, Ibu Ros menemukan peluang dan ruang untuk dapat terus berkembang.

Ketika Musim Mas memperkenalkan Women Smallholders Program (WSP), Ibu Ros melihatnya sebagai kesempatan untuk melengkapi perjalanan yang telah ia mulai. Jika sebelumnya ia belajar memperbaiki kebun, kini ia ingin memperkuat dirinya sebagai individu, sebagai perempuan yang memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan, kesehatan keluarga, hingga pengelolaan ekonomi rumah tangga.

“Saya ingin berkembang lebih jauh, bukan hanya untuk kebun, tapi juga untuk diri sendiri dan keluarga saya,” katanya.

WSP merupakan program pelatihan dan pendampingan yang ditujukan bagi pekebun perempuan dan istri pekebun, dengan fokus pada penguatan kapasitas sosial dan ekonomi agar mereka dapat berkontribusi lebih besar dalam keluarga, usaha perkebunan, dan komunitas.

Memulai Perubahan untuk Keluarga dan Komunitas

Dalam WSP, salah satu pelatihan pertama yang diikuti Ibu Ros adalah tentang kesehatan dan nutrisi keluarga. Pelatihan ini juga menjadi momen reflektif baginya. Selama ini, ia belum mengurus kesehatan keluarga dengan baik, bahkan tidak pernah melakukan pemeriksaan kesehatan diri sendiri.  Dari pelatihan tersebut, ia menyadari bahwa kesehatan adalah fondasi utama dari semua aktivitas yang ia jalani.

“Kalau saya sakit, siapa yang mengurus keluarga dan kebun?” ungkapnya.

Kesadaran ini mendorongnya untuk melakukan perubahan nyata. Ia mulai mengatur pola makan keluarga dengan mengurangi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta memperbanyak metode memasak yang lebih sehat seperti merebus dan mengukus. Ia juga rutin berolahraga dan mendorong keluarganya untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat.

Perubahan ini tidak selalu mudah. Penyesuaian pola makan sempat mendapat penolakan dari keluarga. Namun, dengan komitmen yang kuat, Ibu Ros tetap konsisten.

Konsistensi Ibu Ros dalam mengonsumsi makanan sehat kini membuahkan hasil. Selain dirinya merasa lebih sehat, kesehatan suami dan anaknya pun ikut membaik. “Badan saya sekarang lebih enteng dan tidak mudah lelah sejak berat badan saya turun sebanyak 18 kg, ditambah lagi emosi saya sekarang lebih stabil. Suami dan anak saya pun lebih sehat. Dulu, suami saya sering tiba-tiba sesak nafas dan butuh ke rumah sakit untuk mendapatkan oksigen. Tapi sekarang sudah jauh berkurang. Bahkan sudah jarang ke rumah sakit.”

Ibu Ros bersama Suami, kini hidup lebih sehat setelah mengubah pola makan, setelah mengikuti pelatihan Women Smallholder Program.

Tidak hanya ingin bermanfaat untuk keluarganya, Ibu Ros juga ingin berdedikasi untuk perempuan-perempuan di komunitas terdekatnya dengan berbagi pengalaman dan pengetahuan cara hidup sehat dengan mengikuti Training of Trainers WSP yang diselenggarakan oleh Musim Mas. Program Pelatihan ini ditujukan bagi peserta yang telah mengikuti Women Smallholders Program Musim Mas pada pelatihan Kesehatan Keluarga, untuk menjadi trainer atau pelatih bagi komunitasnya

“Saya juga ingin teman-teman dan keluarga di lingkungan desa saya bisa hidup lebih sehat. Karena itu saya sangat bersemangat untuk menjadi kader pelatih”

Ibu Ros memberikan pelatihan kesehatan kepada komunitas perempuan di desanya. Sebagai peserta Training of Trainers WSP, ia dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menjadi agen perubahan di lingkungannya.

Mengutakkan kapasitas Diri untuk Keberlanjutan Usaha

Tidak berhenti pada aspek kesehatan, Ibu Ros terus mengembangkan kapasitas dirinya melalui pelatihan literasi keuangan dan pendampingan bisnis. Dari sini, ia mulai memahami pentingnya perencanaan keuangan serta pengelolaan pendapatan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Sejalan dengan proses tersebut, program WSP yang diselenggarakan oleh Musim Mas turut memperkuat langkahnya dengan mendampingi para peserta dalam membentuk kelompok usaha sembako sebagai upaya awal penguatan ekonomi. Pendampingan ini dilaksanakan bersama Ir. Diana Chalil dari Universitas Sumatera Utara, dengan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian keuntungan, tetapi juga pada pengembangan kapasitas Perempuan, seperti kemampuan mengambil keputusan, memecahkan masalah, hingga membangun kepercayaan diri dalam berorganisasi.

Bagi Ibu Ros, kesempatan ini menjadi titik balik yang semakin konkret. Keterlibatannya dalam pembentukan kelompok usaha sembako membuka ruang baru untuk belajar sekaligus bertumbuh. Program ini tidak hanya memberikan dukungan modal, tetapi juga pendampingan intensif dalam menjalankan usaha sehari-hari.

“Banyak sekali tantangan yang kami hadapi pada saat memulai bisnis. Banyak permasalahan yang harus kami diskusikan bersama di dalam kelompok, dan kami harus mengambil keputusan sendiri untuk operasional usaha. Tapi Ibu Diana dan tim pendamping Musim Mas membantu kami untuk bisa melihat kembali untung dan rugi dari setiap keputusan yang kami ambil”

Upaya yang konsisten ini akhirnya membuahkan hasil. Dalam kurun waktu satu tahun, usaha yang mereka jalankan berhasil mencatatkan keuntungan hingga Rp70 juta.

Keluarga tetap Menjadi Priorias

Di tengah berbagai peran yang dijalani, Ibu Ros tetap menempatkan keluarga sebagai prioritas utama. Ia mengatur waktunya dengan disiplin, memulai hari dengan mengurus kebutuhan keluarga, sebelum melanjutkan aktivitas di kebun dan organisasi.

Seiring bertambanya kegiatan yang dilakukan, untuk melanjutkan pengelolaan kebun, ia mempekerjakan sembilan orang dari lingkungan sekitarnya. Selain membantu operasional kebun, langkah ini juga membuka peluang bagi orang lain untuk mendapatkan penghasilan.

Bagi Ibu Ros, pertumbuhan bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi juga tentang bagaimana memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Dari semua yang saya lakukan, saya ingin anak-anak saya bisa meraih pendidikan setinggi mungkin. Saya juga ingin membuktikan bahwa perempuan pekebun juga bisa berkembang,” ujarnya.

Di Tengah kesibukannya menjalani berbagai aktivitas di kebun, asosiasi dan komunitas, Ibu Ros tetap menjalankan perannya sebagai Perempuan di rumah.

Perjalanan yang Terus Bertumbuh

Kisah Ibu Ros menunjukkan bahwa pemberdayaan adalah proses yang saling terhubung. Dimulai dari memperbaiki praktik di kebun, lalu berkembang menjadi penguatan kapasitas diri, hingga akhirnya berdampak pada keluarga dan komunitas.

Perubahan tidak terjadi secara instan. Ia dimulai dari keberanian untuk belajar, mencoba, dan terus melangkah meski dihadapkan pada tantangan.

Dari kebun yang kini lebih produktif, hingga komunitas yang semakin kuat, perjalanan Ibu Ros menjadi pengingat bahwa ketika perempuan diberi akses, ruang, dan kesempatan, mereka mampu menciptakan perubahan yang nyata.

Medan, 17 April 2026 – Komitmen terhadap penguatan kualitas pendidikan kembali ditunjukkan oleh Musim Mas Group melalui penyediaan fasilitas Smart Class di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), yang menjadi langkah nyata dalam mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan perguruan tinggi. Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., serta Direktur Utama Musim Mas Group, Ir. Gunawan Siregar, meresmikan langsung fasilitas ini pada 13 April 2026.

Smart Class ini merupakan hasil renovasi bangunan yang sebelumnya digunakan sebagai kantor bagian umum. Melalui program ini, fasilitas tersebut ditingkatkan baik dari sisi struktur maupun kelengkapan sarana untuk mendukung kebutuh an pembelajaran yang lebih modern, termasuk penyesuaian ketinggian bangunan untuk mengantisipasi banjir serta penyediaan perangkat seperti televisi, pendingin ruangan, dan sistem audio.

Direktur Utama Musim Mas Group, Ir. Gunawan Siregar, menyampaikan bahwa pembangunan Smart Class ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung sektor pendidikan di Indonesia.

“Pembangunan Smart Class ini merupakan bagian dari komitmen Musim Mas dalam mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia. Kami meyakini bahwa pendidikan berkualitas menjadi fondasi penting bagi kemajuan bangsa. Melalui fasilitas ini, kami berharap proses pembelajaran dapat berlangsung lebih modern, interaktif, dan mampu mendukung lahirnya sumber daya manusia yang berdaya saing global serta relevan dengan kebutuhan dunia industri. Kami juga berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi mahasiswa,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor UINSU, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Musim Mas serta menegaskan pentingnya fasilitas ini dalam mendukung kebutuhan akademik ke depan.

“Kami sangat bersyukur atas kehadiran Smart Class ini, yang tidak hanya menghadirkan ruang belajar yang lebih layak, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas modern yang mendukung pembelajaran jarak jauh dan kolaborasi internasional. Dengan adanya program studi baru seperti Data Science serta kerja sama dengan berbagai mitra luar negeri, kebutuhan akan ruang pembelajaran berbasis teknologi menjadi semakin penting. Smart Class ini menjadi langkah awal bagi UINSU untuk terus berkembang sebagai Smart Islamic University dan mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.”

Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa fasilitas ini akan dimanfaatkan untuk kegiatan akademik program pascasarjana, khususnya jenjang S2 dan S3, serta mendukung implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sejalan dengan itu, kolaborasi ini juga membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas, termasuk potensi program magang dan pengembangan karier bagi mahasiswa, sebagai bagian dari upaya memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan industri.

Kegiatan peresmian ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua belah pihak. Dari UINSU, hadir para wakil rektor, pimpinan biro, dekan, serta jajaran struktural lainnya yang menunjukkan dukungan terhadap pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Sementara itu, dari pihak Musim Mas, turut hadir perwakilan manajemen dan tim pendukung yang terlibat dalam pelaksanaan program ini.

Peresmian Smart Class ini ditutup dengan peninjauan langsung fasilitas oleh para tamu undangan. Kolaborasi ini diharapkan terus berkembang dalam mendukung pembelajaran berbasis teknologi serta memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi kebutuhan dunia industri dan persaingan global.

 

Tentang Musim Mas

Musim Mas Group adalah perusahaan kelapa sawit terintegrasi yang beroperasi di 13 negara. Kegiatan bisnisnya mencakup seluruh rantai pasok, mulai dari perkebunan, pabrik kelapa sawit, kilang, pabrik penghancur inti sawit, hingga pabrik oleokimia dan lemak khusus. Musim Mas memproduksi berbagai produk berbasis kelapa sawit dan turunannya yang bernilai tambah, dan juga merupakan salah satu produsen dan eksportir terbesar di Indonesia.

Musim Mas berkomitmen terhadap keberlanjutan dan menjadi perusahaan besar pertama di Indonesia yang bergabung dengan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) sejak tahun 2004. Musim Mas juga sejak awal mendukung pengurangan emisi dan menjadi penandatangan Agriculture Sector Roadmap to 1.5 Degrees yang digagas oleh Tropical Forest Alliance. Roadmap ini bertujuan menghentikan deforestasi yang terkait komoditas dengan tetap meningkatkan kesejahteraan pekebun swadaya, serta mendorong perubahan sektor menuju pengelolaan lahan yang ramah hutan. Pada Januari 2024, Musim Mas mengumumkan target untuk mencapai net zero pada tahun 2050, sejalan dengan sains iklim sesuai dengan inisiatif Science Based Targets (SBTi). Musim Mas juga mengelola program pekebun swadaya terbesar di Indonesia.

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Reza Rinaldi Mardja

Corporate Communications, Musim Mas Group

E. media@musimmas.com

 

Musim Mas Group bersama Universitas Islam Negeri Sumatera Utara meresmikan Smart Class sebagai bagian dari komitmen menghadirkan fasilitas pembelajaran yang modern, adaptif, dan berdaya saing global (13/4).

Penandatanganan prasasti menandai peresmian Smart Class di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara sebagai simbol kolaborasi antara dunia akademik dan industri bersama Musim Mas Group dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Smart Class UINSU dirancang dengan fasilitas modern yang mendukung pembelajaran jarak jauh dan kolaborasi internasional untuk mendukung kenyamanan dan efektivitas pembelajaran.

Medan, 7 April 2026 – Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia secara resmi mengumumkan hasil Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) Tahun 2025 di Jakarta, 7 April 2026. Tahun ini, PT Indomakmur Sawit Berjaya (PT ISB), untuk pertama kalinya meraih penghargaan PROPER Emas dan menjadi satu satunya perusahaan Sawit yang memperoleh PROPER Emas pada periode PROPER 2024 – 2025. Hal ini menjadi pencapaian penting dalam perjalanan perusahaan sebagai pelaku industri kelapa sawit di Indonesia yang berkomitmen pada praktik pengelolaan lingkungan dan sosial yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Direktur Utama PT Indomakmur Sawit Berjaya, Rendy Andaria Bangun, SH menyampaikan, “Pencapaian ini bukan sekadar penghargaan, melainkan pengakuan atas praktik pengelolaan sawit yang bertanggung jawab. Bukti bahwa industri sawit dapat berkembang selaras dengan pelestarian lingkungan dan kepentingan sosial. PROPER Emas ini adalah cerminan dari upaya dan hasil kerja seluruh pekerja kami, kepercayaan mitra dan dukungan dari para pemangku kepentingan.”

PT ISB secara aktif berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim dan pemberdayaan masyarakat. Perusahaan menjalankan program petani swadaya serta menjadi pelopor penerapan teknologi Methane Capture sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam pengelolaan sawit yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Sebagai wujud komitmen jangka panjang, PT ISB menjalankan praktik keberlanjutan yang bertumpu pada pilar utama sebagai berikut:

  1. Meningkatkan Taraf Hidup Petani, Pekerja, dan Masyarakat

Komitmen keberlanjutan PT ISB tidak hanya terwujud dalam pengelolaan lingkungan di wilayah operasional, tetapi juga menjangkau bagian terpenting dari rantai pasok, yaitu petani swadaya melalui Program Tunas Tadaya (Tumbuh Unggul Amanah Sejahtera Petani Swadaya).

Program ini merupakan bentuk investasi sosial dan lingkungan yang strategis, sekaligus berkontribusi langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu untuk Mengurangi kemiskinan (SDG 1) melalui peningkatan kesejahteraan petani swadaya; Mendukung ketahanan pangan (SDG 2) melalui peningkatan produktivitas; dan Mengurangi ketimpangan (SDG 10) dengan mendorong akses petani ke pasar global. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, perusahaan berupaya meningkatkan kapasitas, akses pasar, serta tata kelola pertanian yang lebih baik bagi petani mitra.

  1. Memberikan Dampak Positif terhadap Lingkungan

Dalam rangka memberikan dampak positif terhadap lingkungan, perusahaan menjalankan berbagai program adaptasi dan konservasi. Inisiatif tersebut antara lain Program Elephant Flying Squad di Taman Nasional Tesso Nilo untuk mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar, serta pengelolaan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) bersama Universitas Riau guna menjaga dan meneliti keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

Selain itu, dalam pengelolaan risiko bencana, perusahaan memanfaatkan teknologi pemantauan berbasis satelit, memperkuat tata kelola melalui berbagai sertifikasi, serta menerapkan kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE). Pendekatan holistik ini mendukung perlindungan ekosistem, meminimalkan risiko lingkungan, serta memperkuat ketahanan ekologis dan sosial masyarakat sekitar.

  1. Menciptakan dan menjaga hubungan yang bertanggung jawab dan berkepanjangan dengan pemasok, pembeli dan pemangku kepentingan

PT ISB meyakini bahwa hubungan jangka panjang dengan pemasok, pembeli, dan pemangku kepentingan hanya dapat terbangun melalui kolaborasi yang saling menghargai. Karena itu, perusahaan secara aktif mendorong partisipasi dan kepemimpinan perempuan di tingkat komunitas. Perempuan dipandang bukan sekadar penerima manfaat, melainkan mitra strategis dan agen pembangunan yang krusial. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya mempercepat pencapaian kesetaraan gender (SDG 5) sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan adil.

  1. Menjadi Pelopor Inovasi dalam Praktik Keberlanjutan

PT ISB berkomitmen mendukung transisi energi bersih sebagai bagian dari upaya penanganan perubahan iklim. Sejak 2017, PT ISB telah menginisiasi instalasi Methane Capture sebagai bagian dari transformasi energi menuju sumber terbarukan. Transisi ini bukan hanya menekan emisi, tetapi juga menciptakan ketahanan energi dan nilai ekonomi jangka panjang.

Dengan memprioritaskan pemanfaatan gas metana dan biomassa, PT ISB menempatkan energi bersih sebagai penggerak utama transformasi operasional. Inisiatif ini membuktikan bahwa pabrik kelapa sawit dapat menjadi pelopor dalam akselerasi energi bersih sekaligus berkontribusi nyata pada mitigasi perubahan iklim nasional.

“Penghargaan PROPER Emas tahun ini menjadi pendorong komitmen PT ISB untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan, menghadirkan nilai tambah bagi lingkungan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, serta berkontribusi positif bagi pembangunan Indonesia” tutup Rendy.

 

PT Indomakmur Sawit Berjaya (PT ISB) untuk pertama kalinya meraih penghargaan PROPER Emas 2025, sekaligus menjadi satu-satunya perusahaan kelapa sawit yang memperoleh penapaian tersebut di tahun ini. Penghargaan ini menjadi wujud komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjalankan praktik usaha yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

Program TUNAS TADAYA (Tumbuh Unggul Amanah Sejahtera Petani Swadaya) yang berlokasi di Desa Pasir Intan dan Desa Tanjung Belit, Rokan Hulu, Riau, merupakan program investasi sosial dan lingkungan yang dilaksanakan oleh PT Indomakmur Sawit Berjaya. Melalui pendampingan berkelanjutan, perusahaan berupaya meningkatkan kapasitas, akses pasar, serta tata kelola pertanian yang lebih baik bagi petani mitra, termasuk program pemberdayaan bagi petani perempuan dan istri petani.

Methane Capture di PT Indomakmur Sawit Berjaya, yaitu teknologi penangkapan gas metana yang dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik. Penerapan teknologi ini merupakan upaya untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sekaligus mendukung pemanfaatan energi terbarukan.